pkk.pekalongankota.go.id
01 Juni 2020
pkkpekalongan@gmail.com
(0285) 421092

Berita

Peringati Hari Kartini Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan Gelar Nikah Massal

Peringati


Tim Penggerak PKK bersama Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P2KB) Kota Pekalongan adakan nikah masal di Ruang Amarta Setda Pemkot dalam rangka peringati Hari Kartini ke-139.

Puluhan pasangan dari empat Kecamatan se-Kota Pekalongan mengikuti acara tersebut.
Khusnul Udin (24) dan Rochimatun (23), satu di antara pasangan yang mengikuti nikah massal mengaku sangat senang karena bisa mengikuti acara tersebut.

"Hampir empat tahun kami menikah tapi belum sah menjadi pasangan suami istri sesuai dengan aturan agama dan pemerintah. Dengan adanya nikah masal kami tentunya senang deg-degan Juga, soalnya dihadiri Walikota,” terangnya. Selasa (24/4/2018).

Khusnul Khotimah, istri dari Walikota Pekalongan Saelany Mahfudz yang sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan mengatakan, selain memperingati Hari Kartini pihaknya ingin ingin membantu para pasangan pengantin yang sudah lama menikah namun belum mendapatkan buku nikah secara sah dan diakui negara.

"Nikah massal ini sebagai wadah bagi masyarakat yang kurang mampu untuk melakukan pernikahan secara aturan agama dan pemerintah, sehingga mendapatkan legalitas dari negara," ujarnya.

Pihaknya menambahkan legalitas perkihanan menjadikan kehidupan rumah tangga semakin baik dalam pembinaan mental sepiritual anak.

“Dengan adanya pernikahan yang sah, maka dalam membina rumah tangga akan merasa aman dan tentram, karena telah sesuai menurut kaidah agama maupun menurut hukum negara,” terangnya.
Saelany menerangkan semua pasangan yang mengikuti kegiatan tersebut akan mendapat buku nikah, sebagai bukti legal yuridis.

"Dengan adanya pencatatan nikah massal ini diharapkan ada kepastian hukum bagi pasangan dan anak-anaknya. Aspek hukum formal dalam perkawinan harus didorong dan dilakukan," jelasnya.

Penyelenggaraan nikah massal ini membawa misi penting akan pesan pemberdayaan perempuan. Karena dalam beberapa kasus, sering perempuan dirugikan pada aspek perjanjian pernikahan. Terlebih untuk pernikahan yang dilakukan di bawah tangan.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi untuk membangun masyarakat yang sadar hukum," tuturnya. (*)



Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Peringati Hari Kartini Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan Gelar Nikah Massal, http://jateng.tribunnews.com/2018/04/24/peringati-hari-kartini-tim-penggerak-pkk-kota-pekalongan-gelar-nikah-massal.
Penulis: budi susanto
Editor: muslimah